Al-Quran, surat An-Naml (27) ayat 16 :
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia (Sulaiman) berkata, "Wahai manusia! kami telah diajari BAHASA BURUNG dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata." Ternyata, bahasa burung dalam surat An-Naml ayat 16 di atas telah dapat dibuktikan secara ilmiah oleh 'The Cornell Lab of Ornithology' (Laboratorium Ornithologi Universitas Cornell). Universitas Cornell berada di New York, Amerika Serikat. Ornithologi adalah cabang dari Zoologi yang khusus mempelajari tentang burung. Antara spesies burung yang satu dengan spesies burung yang lain memiliki bahasa burung yang berbeda. Bahasa burung digunakan ketika satu burung berkomunikasi dengan burung lainnya dalam satu spesies. Hasil penelitian ini dapat dilihat di dalam film dokumenter singkat 'The Cornell Lab of Ornithology' di youtube dengan link di bawah ini :Narasi dari film dokumenter singkat 'The Cornell Lab of Ornithology' tersebut :
Bahasa burung-burung
Dunia ini penuh dengan suara (suara orang tertawa, suara pesawat terbang, suara musik). Berbagai suara akrab dengan kamu (suara telepon). Ketika suara itu akrab dengan kamu (suara telepon), kamu tahu apa yang kamu lakukan ketika mendengarnya (suara telepon berdering, diangkat teleponnya dan bercakap-cakap di telepon).
Alam pun penuh dengan suara (suara burung berkicau). Walaupun suara ini tidak begitu akrab dengan banyak orang tetapi suara ini dapat dimengerti oleh binatang lain. Ketika kamu mendengar ini (suara burung), ini tidak hanya sekedar suara, ini mempunyai arti bahwa burung berusaha untuk berkomunikasi. Dalam kasus ini, burung ini berkata "Hello, saya disini dan saya sehat."
Setiap burung dapat berkomunikasi berbagai pesan yang berbeda (satu suara memiliki arti/ pesan yang berbeda) misalnya burung 'northern cardinal' ini berkicau, (suara burung) ini berarti saya lapar, (suara burung) anak-anak burung lapar, (suara burung) bawakan makanan. Dalam keluarga burung 'cardinal', orang tua dan anak-anak burung membuat kicauan yang lembut untuk memberitahu satu sama lain tentang perpindahan tempat tinggal mereka tanpa memberitahu lokasi mereka ke predator. Dan burung jantan dewasa menggunakan suara ini untuk memberitahu pasangannya yang jauh dari sarang bahwa ada telur yang sudah menetas. Burung jantan ini berkicau untuk menarik pasangan.
Tentu saja, banyak sekali spesies dari burung. Setiap spesies berkomunikasi dengan suara yang berbeda contohnya burung gereja ('sparrow') rawa berkicau untuk menarik pasangan. Kicauan ini sebenarnya sangat sulit untuk dibuat. Semakin sehat burung jantan itu, semakin jauh jangkauan suaranya dan semakin cepat kicauannya. Jadi burung betina rawa ini dapat menilai dari kicauan ini, burung jantan yang mana yang mempunyai tingkat kesehatan terbaik dan yang paling diinginkan.
'Norhern Mockingbird' mempunyai ratusan kicauan. Burung jantan umumnya akan berkicau satu kicauan 3 atau 4 kali mengganti dengan kicauan yang lain tanpa jeda dan berlanjut untuk jangka waktu yang lama. Semakin banyak kicauan yang dapat dinyanyikan burung itu maka akan semakin panjang umur burung tersebut.
Burung gereja berbulu lembut seakan-akan menghasilkan 2 suara dalam 1 waktu. Bagaimana burung itu melakukannya? Burung dapat mengeluarkan suara yang rumit karena uniknya organ tubuh burung. Manusia menekan udara dari paru-paru melalui kotak suara yang dinamakan laring, pita suara yang berada di dalam laring bergetar dan menghasilkan suara tunggal. Kamu mengatur nada ('pitch' dan 'tone') di laring dan berdasarkan ukuran mulut manusia itu. Burung mempunyai struktur yang sama tetapi ganda (kalau manusia dinamakan laring, burung dinamakan siring). Siring dari "burung penyanyi" mempunyai 2 ruang. Siring dapat menghasilkan lebih dari 1 suara pada 1 waktu (vokalisasi burung yang kompleks). Setiap spesies mempunyai variasi fisik yang berbeda yang membantunya berkicau.
Di dalam hutan lebat di Amerika Tengah, 'The three-wattled bellbird' mengeluarkan suara dengan menggerakan otot yang berada di leher dan punggungnya, menahan nafas di dadanya dan membuka paruhnya lebar-lebar sehingga bisa mengeluarkan suara yang bisa di dengar lebih dari setengah mil jauhnya.
Suara yang dibuat oleh burung juga terkait dengan lingkungan tempat tinggalnya. Burung yang tinggal di tanah lapang yang terbuka akan mempunyai kicauan yang cepat dan rumit. Burung yang hidup di dalam hutan butuh suara yang dapat menembus pepohonan, kadang-kadang keras dan tinggi, kadang-kadang dalam dan rendah. Tetapi dimanakah burung-burung itu? Apakah di pepohonan atau di darat? Kadang-kadang kamu bisa mendengar suara burung sebelum kamu melihat mereka. Kadang2 telingamu alat yang lebih baik daripada matamu. Disini di hutan hujan tropis, cabang2 pohon sangat rimbun bahkan kamu tidak bisa melihat burung-burung ketika mereka terbang. Jadi, kamu hanya mengandalkan pendengaran kamu untuk mengetahui siapa disana. 'Black-faced solitaire' menyanyikan kicauan ini. Jika kamu mendengar dengan sangat cermat, kamu dapat mengidentifikasi lebih dari 15 spesies disini walaupun kamu tidak dapat melihat satu pun burung.
Hal yang sama terjadi di lingkunganmu, kadang-kadang kamu harus menggunakan telingamu untuk mengetahui siapa disana seperti halnya 'bluebird' ini. Banyak spesies burung bahkan tidak bersuara seperti halnya burung pada umumnya. Ini adalah 'catbird' (suaranya seperti anak kucing mengeong), kamu harus mendengar dengan baik dari tipe berbeda suara burung itu.
Ketika kamu sudah belajar untuk memahami ini (suara telepon) berarti kamu harus menjawab telepon itu atau ketika mendengar suara ini (suara sirene) berarti kamu harus minggir dari jalan raya. Kamu dapat belajar untuk mengerti suara yang dihasilkan oleh burung seperti halnya "teriakan" dari 'red-tailed hawk' yang berarti ini wilayah kekuasaanku, pergilah dari sini. Ketika kamu mengerti suara-suara ini, kamu lebih mengerti tentang dunia di sekelilingmu. Semua berawal dari mendengar.


Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon